ASI EKSKLUSIF
Adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam
anorganik yang disekresi oleh kelenjar mammae ibu yang berguna sebagai makanan
bayinya. Sedangkan ASI eksklusif adalah perilaku dimana hanya
memberikan ASI saja sampai umur 6 bulan tanpa makanan minuman lain selain obat (jika sakit).
ASI eksklusif
juga berperan dalam mengoptimalkan hasil akhir kesehatan. Bayi harus
diberi ASI eksklusif (tanpa susu formula atau makanan lain selama 6 bulan pertama), penambahan makanan pendamping yang sesuai diberikan pada paruh kedua tahun pertama (usia 6 bulan ke
atas).
Pemberian ASI secara eksklusif
pada bayi di Indonesia berlandaskan keputusan
Menteri Kesehatan RI No. 450/Men.Kes/SK/IV/2004
tanggal 7 April
2004. Ini juga mengacu pada resolusi
World Health Assembly (WHA. 2001).
Disitu dikatakan, untuk
mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan optimal, bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, selanjutnya untuk kecukupan nutrisi bayi mulai diberi makanan pendamping ASI yang cukup dan aman, dengan pemberian ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun.
ASI merupakan santapan pertama dan utama bagi bayi baru lahir serta terbaik dan alamiah, mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Permasalahan dalam pemberian ASI eksklusif adalah masih rendahnya pemahaman ibu, keluarga dan masyarakat tentang ASI. Kebiasaan memberi makanan atau minuman secara dini pada sebagian masyarakat juga memberi pemicu dari kurang berhasilnya pemberian ASI eksklusif.
Di Indonesia, pemberian ASI masih belum optimal, hanya 4% bayi baru lahir yang
disusui pada jam pertama kelahiran (26% pada hari yang sama), hanya 39,5% yang menyusui secara eksklusif
0-6 bulan. Rekomendasi WHO menyusui eksklusif pada 6
bulan pertama belum optimal dilaksanakan.
Manfaat ASI eksklusif pada 6 bulan pertama
Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI eksklusif
selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti
ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan tubuh bayi, pertumbuhan dan perkembangannya. ASI emmberi semua energi dan zat gizi
(nutrisi) yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya.
Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit ynag umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru,
serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.
Beberapa istilah dalam kegiatan
pemberian ASI
Pemberian ASI eksklusif adalah memberikan asupan kepada bayi sepenuhnya dengan
ASI
(kecuali vitamin, mineral dan obat tertentu, ASI yang diperah/pompa juga
diperbolehkan)
Pemberian ASI predominan adalah memberikan asupan ASI tetapi juga memberi sedikit air atau teh dalam jumlah kecil
Pemberian ASI penuh adalah kegiatan pemberian ASI secara rutin, baik dengan
pemberian ASI secara eksklusif
maupun secara predominan
Keberhasilan pemberian ASI eksklusif
· Tumbuhkan rasa percaya diri dan yakin bisa menyusui
· Usahakan mengurangi sumber rasa sakit dan kecemasan
· Kembangkan pikiran dan perasaan terhadap bayi
Dukungan bidan dalam pemberian ASI
Disinilah peran bidan untuk meyakinkan ibu yang baru emlahirkan bahwa bayi
bahkan tahan tidak menyusui hingga 2×24 jam dari lahir, bila ASI belum keluar. Jadi
jangan terburu-buru membeli susu formula bila ASI hanya keluar sedikit-sedikit.
· Sesaat setelah bayi lahir lakukan early latch on yaitu bayi diserahkan langsung
kepada ibunya untuk disusui. Selain mengetes refleks menghisap bayi, tindakan ini juga untuk
merangsang payudara segera memproduksi ASI
pertama (kolostrum) yang sangat diperlukan untuk antibody bayi.
· Bila ASI belum keluar, bidan melakukan massase pada payudara atau
emngompres dengan air hangat sambil terus mencoba menyusui langsung
pada bayi. Biasanya ASI baru lancar pada hari ketiga setelah melahirkan. Selama ASI belum lancar terus coba menyusui bayi
· Beritahu keluarga klien untuk memberi dukungan kepada ibu dan relaksasi
untuk memperlancar ASI
· Anjurkan klien untuk
menjaga asupan makanan dengan menu 4 sehat 5 sempurna
Keunggulan ASI dan manfaat ASI
Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu : aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis, dan aspek
penundaan kehamilan.
aspek gizi
Manfaat kolostrum
· Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk emlindungi bayi
dari berbagai penyakit infeksi terutama diare
· Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi
pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit tapi cukup untuk
memenuhi gizi bayi. Oleh karena itu, kolostrum harus diberikan pada bayi.
· Kolostrum mengandung protein, vitamin A
yang tinggi dan mengandung
karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
· Membantu mengeluarkan mekonium (kotoran bayi yang pertama keluar yang berwarna hitam kehijauan)
Komposisi ASI
· ASI mudah dicerna, karena mengandung zat
gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat
dalam ASI tersebut.
· ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak
· Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whey dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio whey dan casein merupakan
salah satu keunggulan ASI dibanding dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35.
Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey ; casein adalah 20 : 80 sehingga tidak mudah diserap.
Komposisi Taurin,
DHA dan AA pada ASI
· Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang
berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk
proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
· Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak
tak
jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentuka sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi
untuk emnjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak.
Disamping itu, DHA dan AA dalam tubuh
dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-amsing dari omega 3 (asam linolenat) dan omega 6 (asam linoleat).
aspek imunologik
· ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi
· Imunoglobulin A (IgA) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi.
Sekretori IgA tidak diserap tapi dapat melumpuhkan bakteri petogen E. Coli
dan
berbagai virus pada saluran pencernaan
· Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat ekkebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan
· Lisosim, yaitu enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. Coli dan Salmonella) dan virus.
Jumlah lisosim
dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi
· Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil.
Terdiri
dari 3 macam yaitu : Bronchus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
· Faktor bifidus,
sejenia karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan baktei lactobacillus
bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora
usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang
merugikan
aspek psikologik
· Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan
produksi ASI yang mampu mencukupi
untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi
hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi
ASI
· Interaksi ibu dan bayi : pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi
tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut
· Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit
(skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh
ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudha dikenal sejak bayi masih dalam
rahim
aspek kecerdasan
· Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk
perkembangan sistem syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi
· Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ
point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia
3 tahun dna 8.3 point
lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibanding dengan bayi
yang tidak diberi ASI
aspek neurologis
· Dengan menghisap ASI, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas
yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna
aspek ekonomis
· Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi smapai bayi berusia 6 bulan. Dengan demikian akan menghemat
pengeluaran rumah tangga untuk
membeli susu formula dan
peralatannya.
aspek penundaan kehamilan
· Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum
dikenal sebagai Metode Amenore Laktasi (MAL)
Usaha memperbanyak ASI
· Tingkatkan frekuansi menyusui/memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau menyusui karena masih kenyang, perahlah/pompalah ASI. Produksi
ASI prinsipnya based on demand sama seperti prinsip
pabrik, yaitu jika makin
sering diminta disusui/diperas/dipompa maka makin banyak ASI yang
diproduksi
· Ibu harus dalam keadaan relaks. Kondisi
ibu menyusui sangat menentukan
keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, lebih dari 80% kegagalan
ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif
adalah faktor psikologis ibu menyusui. Maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) untuk
bekerja lambat, dna
akhirnya produksi ASI menurun. Disini
juga memerlukan peran dan dukungan suami agar menciptakan suasana yang nyaman bagi ibu sehingga
ibu dpaat lebih relaks dan bisa menerapkan ASI eksklusif.
· Ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi khususnya yang dapat meningkatkan produksi Asi seperti sayur katuk.
· Lakukan perawatan payudara.
Sumber
Bobak, dkk. 2004. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC
Depkes RI. 2001. Manajemen Laktasi Buku Panduan Bagi Bidan Dan Petugas
Kesehatan Di Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta
Mellyna, H. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa Swara
Hubertin, SP. 2004. Konsep Penerapan
ASI Eksklusif. Hal 65. Jakarta : EGC Siregar. 2004. Penelitian Pemberian ASI Eksklusif dan Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhinya
Varney, Helen et all. 2007. Buku Ajar Asuhan
Kebidanan. Jakarta : EGC
Verrals, S. 2003. Anatomi dan Fisiologi Terapan Dalam Kebidanan. Hal 8. Jakarta : EGC
…………. 2001 Buku Panduan Manajemen Laktasi. Dit.
Gizi masyarakat depkes RI. Http://www.iklanfun.com/tags/asi_eksklusif.html
http://www.linkagesproject.org (pemberian ASI eksklusif atau ASI saja : satu-satunya sumber cairan yang dibutuhkan bayi usia dini. 2002)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar